Mungkin Terdengar Klise, Tapi Anda Bisa Mengubah Passion Jadi Bisnis

Kalau Anda ketika membaca tulisan ini, sedang duduk di kursi kantor sambil memegang kursor, seolah-olah ia mengejek Anda. Selain itu, Anda sedang pusing karena ditunggu laporan mingguan dari bos yang kadang semaunya saja. Namun di sisi lain, Anda merasa bahwa seharusnya saat ini Anda sedang berada di pantai, atau sedang mendaki gunung yang indah.

Kemudian ada telpon dari resepsionis kantor yang mengatakan bahwa Anda mendapat paket. Pas Anda lihat ternyata itu dari JNE dengan amplop yang besar. Anda membuka amplop tersebut dengan hati-hati. Ternyata ada nomor telepon yang bikin Anda penasaran. Anda pun melepon ke nomor tersebut.

“Halo.” kata orang di seberang sana.

Anda pun menjawab, “Halo!”

“Apa kabar? Apa perasaan Anda seandainya saya beri tahu Anda kalau Anda tidak harus selamanya bekerja di kantor ini.”

Anda pun kian penasaran, dan menjawab ,”Ya, saya mau tahu caranya.”

“Bagaimana seandainya kalau saya beri tahu Anda kalau Anda dapat mengubah passion jadi bisnis? Memang butuh kerja keras yang lebih dan kesabaran tinggi. Namun bila Anda berhasil, Anda mampu mendapatkan uang sambil memancing di suatu tempat pada waktu bersamaan.” tambah orang tersebut.


Pertanyaan saya sekarang,” Apakah Anda mempercayai orang di telepon tersebut?” atau justru Anda merasa bahwa apa yang ditawarkan oleh penelpon tersebut terlalu berbahaya bagi kehidupan personal dan karir Anda.

Meskipun terdengar klise, namun Anda memang bisa mengubah passion Anda menjadi sebuah bisnis. Dengan mengerjakan sesuatu yang Anda cintai, Anda dapat menghapuskan kejenuhan bekerja yang membosankan.

Namun patut diingat, ketika Anda memutuskan untuk menjadi pebisnis. Anda harus bekerja lebih keras untuk meraih sukses ketimbang saat Anda menjadi pengusaha. Sebab Anda tidak lagi menjadi bagian dari sistem. Namun Anda sendiri yang harus membuat sistem.

Jadi, saya akan memberi Anda beberapa saran dan mudah-mudahan pada akhirnya, Anda akan siap untuk mengambil lompatan.

1. Tidak bijak langsung membakar kapal Anda

Mungkin Anda pernah mendengar kisah seorang panglima perang yang membakar kapal mereka begitu sampai di pulau yang akan mereka jelajahi. Alasannya tidak lain dak tidak bukan adalah agar pasukannya tidak berpikiran untuk pulang dan tidak ada pilihan lain selain MENANG.

Kisah selengkapnya saya tambahkan disini biar Anda paham konsep bakar kapal:

Pada 711, 12.000 pasukan Muslim berangkat dari Maghreb dengan kapal-kapal mereka menuju Semenanjung Iberia. Pada saat itu, belum sekalipun kaum Muslim pernah berpijak ke tanahnya. Walaupun begitu, ekspedisi harus dilakukan untuk membebaskan rakyat Andalusia dari kekejaman Raja Roderick.

Sesampainya di Andalusia, Panglima pimpinan ekspedisi mendengar bahwa Roderick akan datang menyambutnya dengan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari pasukannya. Pasukan Muslim galau, namun pimpinannya tidak. Pimpinannya malah meminta mereka melakukan hal ekstrim: Bakar seluruh kapal!

Tatkala ditanyakan kepadanya “Wahai pemimpin, sesungguhnya engkau mencelakakan kita dengan membakar kapal-kapal yang membawa kita kesini” Maka pemimpin itu menjawab:

“Sesungguhnya setiap daerah Allah dan bumi Allah adalah kampung halaman kita. Wahai manusia kemanakah kalian akan pergi. Sesungguhnya lautan ada di belakang kalian, dan musuh ada di depan kalian. Dan tidak ada yang tersisa pada kalian, Demi Allah, kecuali kebenaran dan kesabaran.”

Dengan kebenaran dan kesabarannya, panglima itu dapat memimpin pasukannya meraih kemenangan melawan musuh yang berlipat-lipat jumlah maupun persenjataannya. Dan akhirnya diingat sebagai salah satu ekspedisi yang paling sukses, yang membawa Islam ke Andalusia. Namanya adalah Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad adalah seorang entepreneur sejati. Islamnya Andalusia adalah buktinya. Thariq membakar kapal bukan tanpa sebab. Tetapi agar seluruh kaum Muslim sadar bahwa pilihannya hanya ada satu; maju, tidak ada pilihan mundur. There’s no plan B. Akhirnya seluruh daya upaya, baik pikiran maupun fisik dikerahkan secara maksimal untuk maju dan menang. Dan itu yang Thariq dapatkan.

Potongan kisah ini disadur dari website Felix Siauw

Kisah ini emang inspiratif, namun bila Anda ingin menjadi pengusaha maka cara ini tidak saya anjurkan. Karena ketika Anda nekat benar-benar membakar ‘kapal’ Anda, maka sudah pasti Anda akan mengalami kesulitan yang pedih. Saya sudah merasakan itu sendiri, makanya saya tidak menyarankan Anda berbisnis hanya karena bosan dengan pekerjaan Anda, ataupun karena terbakar motivasi karena satu dan lain hal.

Anda harus cermat dan teliti sebelum memutuskan menjadi pengusaha.

Penting untuk memiliki perencanaan keuangan, at least, Anda punya saving selama 6 bulan ke depan seandainya bisnis Anda berjalan tidak seperti yang Anda rencanakan. Sebab tidak ada bisnis yang punya garansi sukses. Mungkin Anda ingin buka bisnis kuliner, atau Anda dari dulu punya impian untuk bikin perusahaan advertising.

Cara terbaik untuk memulai bisnis adalah menjadi seorang amfibi terlebih dahulu. Maksudnya Anda hidup di dua alam, alam entrepreneur dan alam karyawan untuk sementara waktu. Sambil bekerja Anda mengumpulkan data tentang bisnis yang ingin Anda buka, calon client Anda, atau berbagai keperluan yang akan Anda butuhkan kelak ketika bisnis tersebut sudah berjalan.

Sebab jika segala sesuatunya terjadi di luar kontrol Anda, tetap Anda masih bisa survive. Dan Anda perlu tahu tidak ada bisnis yang langsung sukses. Anda mungkin baru sukses di bisnis ketiga, atau keempat Anda. Kalau Anda berhenti bekerja sebelum bisnis Anda mulai menghasilkan, itu akan  menyulitkan kehidupan Anda.

Tapi kalaupun bisnis Anda bangkrut, selagi itu bisnis sampingan Anda maka Anda dapat mengubah bisnis ke industri lain ataupun mengeluarkan produk baru.

2. Anda harus terobsesi dengannya lebih dari sekedar hobi

Jika Anda ingin mengubah passion Anda menjadi bisnis, Anda tidak bisa memperlakukannya selayaknya hobi biasa. Ada perbedaan penting antara bisnis dan hobi. Kendati Anda ingin menjadikan hobi Anda sebagai bisnis, Anda harus hati-hati dalam memperlakukannya.

Hobi adalah suatu kegiatan atau apapun itu yang dimana Anda habiskan waktu Anda dengan bahagia, utamanya dilakukan saat weekend. Bisnis adalah sesuatu yang Anda kerjakan hari demi hari sampai memperoleh keuntungan.

Ada perbedaan besar kan?

Karena itu bekerja dari rumah merupakan hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Ada banyak bisnis sampingan yang bisa Anda mulai dari rumah. Enaknya, Anda bisa mengatur sendiri jadwal Anda bekerja di rumah. Namun itu juga merupakan hal terburuk yang bisa terjadi karena memulai usaha di rumah.

Jika Anda tidak mampu mengatur jadwal dan merencanakan aktifitas Anda, Anda tidak akan menyelesaikan apapun. Anda harus secara konsisten melawan diri Anda sendiri dan bekerja sesuai deadline yang diberikan oleh konsumen Anda.

Hal tersebut berlaku juga jika Anda masih bekerja dan memulai usaha sampingan Anda. Maka Anda harus membuat jadwal yang rapi berdasarkan deadline klien dan mengerjakannya selepas Anda pulang ke rumah.

Saya sangat-sangat tidak menyarankan Anda mengerjakan bisnis sampingan di kantor tempat Anda bekerja. Karena itu sama dengan korupsi. Karena Anda digaji untuk memberi kontribusi ke perusahaan Anda. Karena itu, sepadat apapun deadline Anda dengan klien bisnis Anda, jangan pernah gunakan waktu di kantor untuk keperluan bisnis pribadi Anda.

Cara mudah untuk mengukur efektifitas kerja Anda adalah dengan membuat target mingguan.

Ada banyak tools di luar sana yang mampu membuat pekerjaan Anda lebih terstruktur dan terjadwal rapi. Dan Anda akan kagum pada seberapa banyak yang dapat Anda lakukan dengan sedikit struktur.

3. Cari Mentor

Meskipun Anda mungkin ahli dalam minat Anda, Anda mungkin bukan ahli dalam mengubahnya menjadi bisnis. Ada ratusan aspek yang mungkin tidak pernah Anda pertimbangkan sebelumnya saat Anda memutuskan untuk mengubah passion Anda menjadi bisnis yang menghasilkan.

Tapi Anda tetap memiliki sumber daya untuk menambah ilmu bisnis Anda. Ada banyak komunitas di Indonesia dimana Anda bisa bergabung dan aktif serta mencari mentor yang tepat bagi bisnis Anda. Ada komunitas Tangan Di Atas (TDA), Indonesia Islamif Business Forum (IIBF), Serikat Saudagar Nusantara, dll.

Anda perlu mempelajari bagaimana car membangun bisnis, cara melakukan riset pasar, cara memasarkan produk Anda lewat digital marketing, hingga bagaimana cara membangun tim yang kuat dan tangguh.

Ketika Anda memutuskan untuk resign dari pekerjaan, Anda tidak harus merasa kesepian. Banyak orang yang akan membantu Anda. Anda bisa cari co-working space, atau sewa kantor dengan beberapa teman, bahkan Anda bisa bermitra dengan anggota komunitas lainnya.

Manfaat dari mengenal banyak orang dari lingkungan ini akan memberikan peluang untuk membangun jaringan dan meningkatkan bisnis Anda. Dan ketika Anda ingin scale up, Anda mungkin menemukan mitra dan karyawan baru di sana juga.

4. Gunakan semua tools online yang bisa Anda menfaatkan

Anda tidak lagi terikat oleh dunia fisik. Manfaatkan media sosial. Jika Anda baru memulai bisnis dan perlu membuat koneksi, Anda dapat menemukan komunitas untuk hampir semua minat Anda.

Platform media sosial seperti Google+ sudah memiliki pengaturan alami untuk membangun komunitas. Dan jika Anda tidak memiliki akun Facebook, Instagram, dan Twitter, saatnya untuk memulai.

Dari platform ini, Anda akan membangun pengikut dan akhirnya meningkatkan brand bisnis Anda.

Jika akhirnya Anda menjual barang dagangan yang sesuai dengan passion Anda, Anda dengan mudah dapat mengonversi followers Anda menjadi pembeli. Dapatkan banyak pengikut di salah satu platform sosial di atas dan Anda akan memiliki aliran penghasilan lain di luar passion Anda.

5. Tak usah sok rahasia

Banyak pengusaha pemula yang malu-malu untuk menyebarkan informasi tentang bisnisnya. Alasannya bisa karena malu, takut dihujat, bahkan ada yang takut bakal dimarahin keluarga besar karena tahu resign dari kantor dan jadi pengusaha. Tentu saja, itu adalah hal yang salah bagi saya.

Sebab Anda harus memberitahu kolega, teman, dan keluarga Anda kalau Anda sekarang memiliki bisnis. Berdasarkan riset, 27% pelanggan awal Anda berasal dari koneksi terdekat Anda.

Mungkin awalnya hanya orang tua atau saudara, dan teman-teman dekat yang mampir ke bisnis Anda ataupun menggunakan jasa Anda. Perlu diingat, mereka juga memiliki teman dan koneksi yang berbeda dengan Anda. Sudah tentu mereka akan mempromosikan usaha Anda kepada teman-teman mereka.

Marketing akar rumput yang bersumber dari informasi mulut-ke-mulut merupakan cara terbaik untuk membangun bisnis.

Jangan jadikan perjuangan Anda sebuah rahasia. Biarkan orang lain ikut andil dalam membesarkan dan mengembangkan usaha Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *