Cara Membangun Personal Brand dengan Blogging

cara membangun personal brand, personal brand,personal branding,membangun personal brand

Siapa sih Anda dan kenapa saya harus peduli?

Ini adalah pertanyaan yang sangat tajam dan saya tidak berniat untuk berbicara lancang kepada Anda.

Kenyataannya adalah, ketika membahas tentang personal branding, maka pertanyaan ini ada di benak setiap orang.

Apa merek Anda dan value apa yang bisa diberikan merek Anda dalam hidup saya?

Membangun brand yang kuat bukan hanya untuk memuaskan ego Anda.

Tapi lebih kepada memberikan diri Anda kesempatan lebih untuk membantu dan berhubungan dengan orang lain di industri Anda.

Dan salah satu cara terbaik untuk membangun personal brand adalah melalui blogging.

Kok bisa?

Sebuah blog mampu menjadi pusat dari pikiran dan ide-ide Anda.

Blog juga mampu meningkatkan personal brand dan apa yang Anda incar lebih baik di mesin pencari.

Tapi yang harus dipahami, sekali lagii, yang harus sangat Anda pahami ialah membangun personal brand lewat blogging lebih daripada sekedar bikin website dan voilaa…orang-orang akan mengenal Anda dan mencari tahu tentang Anda. Tidak semudah itu sobat.

Membangun personal brand membutuhkan banyak hal yang jauh dari sekadar menulis konten.

Mumpung lagi seger, yuk coba kita bongkar bagaimana Anda bisa memanfaatkan kemampuan menulis Anda di blog untuk meningkatkan brand Anda dan meningkatkan jangkauan Anda di media sosial.

1. Bangun brand Anda (dan keyword-nya) dalam satu niche

Bagaimana Anda ingin dikenal di dunia internet?

Siapa sosok yang Anda ingin netizen kenal?

Saya ingin dikenal sebagai internet marketer.

Saya hidup dan bernyawa lewat marketing.

Setiap postingan, status, email, iklan, dan webinar yang saya buat selalu berkaitan dengan topik yang menjadi niche saya. Karena saya ingin dikenal sebagai seorang internet marketer.

Coba Anda lihat postingan saya di blog ini, Facebook, Twitter, dan Instagram, saya selalu membahas seputar marketing.

Kadang-kadang memang saya memposting hal-hal yang agak personal, namun saya tetap berusaha menggabungkannya dengan strategi marketing.

Jadi, apakah Anda usdah menentukan Anda ingin dikenal sebagai apa dan siapa? Apa yang ingin Anda raih melalui personal brand?

Sebagai contoh,

Apakah Anda adalah orang yang ramah, dan suhu yang baik hati? atau Anda ingin dikenal sebagai make up artists yang jago? 

Apapun niche Anda, pastikan hal tersebut merupakan hal yang Anda ketahui dan Anda pahami secara detail.

Dan Anda juga harus memiliki kemampuan untuk menjabarkan kemampuan Anda lewat tulisan. Karena Anda akan menulis tentang apa yang Anda ketahui dalam jumlah banyak.

Ketika memilih niche, fokuslah pada keywordnya.

Apakah hasil pencarian kata kunci untuk niche Anda dibutuhkan oleh para ahli seperti Anda? Lihat volume pencarian. Perhatikan query-nya.

Hasil pencarian kata kunci dari tools seperti Keyword Planner dan Semrush akan memnunjukkan pada Anda seberapa banyak orang yang mencari informasi dan petunjuk di niche Anda.

Mungkin sebagian dari Anda bergumam:

“Tapi saya belum tahu nih mas Azis cara cek kata kunci di search engine?”

Sebenarnya sangat mudah caranya.

Coba kumpulkan beberapa kata kunci apa yang bakal muncul ketika orang mencari seputar niche Anda di mesin pencari. Lalu ketik di Goole dan lihat apa yang muncul.

Jika saya mengetik “internet marketing”, yang mana keyword yang sedang saya incar, maka begini hasil yang muncul.

internet marketing

Anda pun bisa melakukannya. Ketik keyword yang Anda bidik lalu lihat siapa yang muncul di halaman pertama. Catat dan bookmark situsnya. Mereka adalah kompetitor Anda.

Selain itu, Anda bisa menggunakan cara yang lebih canggih yaitu dengan menggunakan Google Keyword Planner.

google keyword planner

Anda akan mendapatkan info yang lebih komprehensif disini. Mulai dari list keyword, jumlah pencarian bulanan, competitive keywords, dan suggested bids. Penjelasan seputar cara membaca data di Google Keyword Planner akan dijleaskan di artikel selanjutnya.

Tools ini sangat membantu Anda untuk mengetahui persaingan dan kemungkinan Anda untuk merebut pasar.

Ana kemungkinan tidak akan mendapatkan ranking untuk keyword yang highly competitive (kompetisi tinggi). Tapi itu tidak masalah.

Temukan niche Anda, identifikasi keyword yang akan Anda bidik, dan mulailah ‘mengejar’ mereka.

Ketika brand Anda telah terbangun, Anda akan meraih ranking yang baik di mesin pencari seperti yang Anda inginkan.

2. Gunakan kepribadian Anda untuk menciptakan karakter brand

Salah satu idola saya dalam dunia personal branding adalah Tim Ferris. Tim Ferris adalah penulis buku mega best seller The 4-Hour Work Week.

Jadi, Tim Ferris pernah ditanya suatu ketika tentang bagaimana cara dia membangun personal brand sehingga dikenal luas seperti saat ini. Dia bilang ,”Saya bekerja keras untuk menjadi diri sendiri, terlepas dari anggapan publik, dan menjadi menjadi versi terbaik dari diri saya.”

Pola pikir ini ditunjukkan melalui banyak hal yang dia lakukan dengan mereknya.

Coba lihat ilustrasinya dari blog pribadi Tim Ferris:

tim ferris

Ia menciptakan personal brand sebagai mentor bisnis. Idenya berkisar pada gagasan bahwa Anda seolah dekat dengannya.

Nasihatnya. Kebijaksanaannya. Kepribadiannya. 

Tapi sebenarnya, hampir seluruh pekerjaannya dikerjakan oleh asisten virtual. Rese kan orang ini…

Semuanya…kecuali satu hal.

Tulisannya.

Kenapa ia tidak meng-outsource-kan konten blognya pada orang lain.

Karena ia ingin tetap bertahan pada karakter brandnya.

Tidak semua orang akan mengikut jalannya. Namun Tim telah membangun personal brand dengan sesuatu yang otentik.

Kepribadiannya mencakup sekaligus karakter brandnya.

Ketika Anda memulai membangun personal brand lewat blogging, Anda harus memiliki karakter brand Anda sendiri.

Hal ini berarti Anda harus memasukkan sedikit kepribadian Anda dalam tulisan-tulisan Anda.

Ketika membangun brand Anda sendiri, Anda harus menciptakan karakter brand Anda dengan memberikan sedikit sentuhan kepribadian Anda.

Atau mungkin Anda bertumbuh lewat profesionalitas yang dapat Anda tunjukkan lewat tulisan Anda.

3. Desain blog Anda sesuai dengan persepsi brand yang ingin Anda ciptakan

Ketika Anda sudah mendapatkan niche Anda dan karakter brand Anda, lalu Anda telah sampai kepada tahap ini: Membangun blog Anda.

Desain adalah salah satu bagian dari marketing dimana hal tersebut seperti pisau bermata dua. Ia mampu menjadi aset berharga Anda atau malah justru mampu merusak reputasi Anda.

Mungkin sebagian beranggapan, “apalah arti desain blog, bukankah yang paling penting adalah kontennya?” Cobalah Anda survei dulu seberapa berpengaruh desain terhadap persepsi orang terhadap personal brand Anda. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 64% orang menganggap desain blog yang lebih baik menunjukkan tingkat profesionalitas yang lebih tinggi ketimbang blog dengan desain biasa saja.

Karena itu desain blog Anda harus mencerminkan karakter brand Anda juga.

 

Coba Anda lihat blog saya. Hampir semua yang saya bahas adalah seputar internet marketing. Apapun itu saya coba kaitkan dengan internet marketing. Karena saya ingin dikenal sebagai internet marketr yang cukup handal.

Selain itu fokus saya saat ini adalah membantu bisnis UKM untuk mencapai lebih banyak pelanggan melalui internet. Karena itu, bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia internet marketing beberapa konten di blog ini terkesan sangat basic.

Namun saya percaya ada banyak orang di luar sana yang membutuhkan panduan internet marketing dari dasar. Sehingga saya membuat blog ini sebagai sarana informasi dan tips bagi bisnis UKM dan pebisnis pemula untuk meraih pelanggan potensial meereka melalui internet.

Saya juga berusaha membuat website ini rapi dan mudah untuk navigasi sehingga menciptakan kesan pertama yang baik bagi pengunjung blog ini.

Hasil studi menunjukkan bahwa 94% kesan pertama orang berbasis pada desain. Harap tahu, butuh hanya 50 milidetik bagi orang untuk memutuskan apakah ia hendak membaca atau menutup halaman blog Anda.

Jadi sudah tahu kan betapa pentingnya desain blog bagi karakter personal brand Anda?

Salah satu contoh terbaik bagaimana desain blog mampu mempengaruhi karakter brand Anda adalah karya Seth Godin. Sebagai salah satu marketer kelas dunia, ia selalu berpikir out of the box. Dan itu ia tunjukkan lewat desain blognya, sethgodin.com.

 

 

 

Dia tahu kalau banyak orang ingin mendengar pendapat ataupun nasihatnya, jadi dia membuat dirinya sangat fokus pada halaman blognya.

Anda harus mengklik kepalanya untuk masuk ke laman blog.

Setelah Anda masuk ke halaman blog, dia membuat semuanya tetap simpel.

Desain akan memudahkan Anda untuk menciptakan kesan yang baik terhadap brand Anda. Dan Anda membutuhkan desain yang bagus agar blog Anda stand out.

Mungkin Anda ingin memulai personal brand Anda lewat blogging dengan membuat blog berdasarkan nama Anda sendiri.

Banyak internet marketer akan menyarakan agar Anda tidak melakukannya. Ada bermacam-macam alasannya.

Mulai dari orang tidak mau tau siapa Anda, orang hanya peduli pada apa yang ia cari, mempersulit blog Anda meraih rangking tinggi di search engine, tidak SEO-Friendly, dan alasan terpopuler: Anda bukanlah siapa-siapa.

Namun saya justru menyarankan sebaliknya. Justru lebih baik bagi Anda untuk membangun personal brand menggunakan nama Anda sendiri.

Kenapa memakai nama sendiri? Alasannya utamanya adalah agar orang merasa memiliki hubungan dengan Anda. Blog dengan nama Anda sendiri akan membuat pembaca Anda merasa kalau Anda adalah orang sungguhan yang benar-benar ada, nyata, bukan hoax.

Anda mungkin mulai sadar kenapa contoh-contoh yang saya tulis diatas seperti Tim Ferris Seth Godin, dan Neil Patel menggunakan nama mereka sendiri sebagai personal brand mereka melalui blogging. Begitu pun di sosial media, mereka tetap menggunakan nama sendiri.

Karena itulah yang disebut personal brand. 

Jadi, mulailah membangun website dengan nama Anda sendiri dan gunakan desain blog yang merefleksikan siapa Anda.

4. Tulis artikel yang relevan dengan blog Anda dengan konsisten

Jika Anda tidak menulis konten dengan konsisten, maka Anda tidak sedang membangun brand besar.

Ingat, kunci dari segala bentuk kesuksesan adalah volume dan konsistensi.

Ada beberapa alasan yang dapat Anda pakai ketika Anda sedang dalam bad mood untuk menulis:

  1. Anda punya pengalaman atau saran yang orang lain ingin dengar
  2. Anda harus memiliki lebih banyak konten untuk meningkatkan SEO blog Anda
  3. Sudah ada banyak persaingan di luar sana, dan Anda harus konsisten untuk menaklukan persaingan
  4. Semakin banyak Anda menulis, semakin Anda memperluas jangkauan brand Anda
  5. Semakin luas jangkauan brand Anda, semakin besar dan brand Anda makin dikenal

Saya tahu untuk memproduksi konten berkualitas secara konsisten bikin Anda mengernyitkan dahi.

Ada begitu banyak konten yang memiliki niche yang sama dengan Anda di luar sana, dan itu tidak akan berkurang, akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Anda harus membuat konten dengan ide-ide segar yang belum didengar di industri Anda, dan menghabiskan banyak waktu untuk menulis, mengedit, dan memposting. Kemudian, Anda dapat memanfaatkan sosial media untuk membagikan hasil tulisan Anda dan berinteraksi dengan audiens Anda.

Jelas, bukan perkara mudah!

Tapi ini sangat penting sebab hanya dengan konsistensi Anda dapat membangun personal brand Anda. Anda harus memiliki target untuk posting tulisan baru setidaknya 2-3 kali dalam satu minggu, kalau bisa lebih, tergantung dari tujuan Anda.

Saya menulis blog. Saya bikin status di sosial media. Saya sedang mempersiakan untuk buat video. Kemudian saya akan bikin webinar. Saya juga mulai melatih diri saya untuk berbicara di depan umum karena saya mempersiapkan diri saya untuk tampil di seminar atau konferensi. Saya melakukan banyak hal untuk tetap aktif dan terus terkoneksi dengan personal brand saya.

Tapi saya tidak bilang Anda harus online 24 jam.

Jika Anda bisa engange di platform sosial media, itu lebih baik.

Coba tengok Dewa Eka Prayoga, Founder Billionaire Store, sebagai contoh.

Dia berhasil membangun personal brand sehingga dikenal sebagai ‘Dewa Selling’

Dia begitu aktif di sosial media. Hampir semua sosial media dia ada. Mulai dari Twitter, Facebook, Telegram, Whatsapp, BBM, hingga Instagram.

Jika kamu cari namanya di Google, kamu bisa lihat betapa populernya sosok yang satu ini.

Ia bahkan memiliki followers Facebook pribadi sampai 150.000 lebih. Dan mengelola Facebook Group Jago Jualan dengan anggota lebih dari 300.000 member.

Gila gak?

Dia kerap posting di media sosial setiap hari.

Kalau Anda ingin membangun personal brand seperti Dewa Eka, Anda harus melakukan hal yang sama.

5. Perluas jangkauan Anda dengan guest blogging

garyvtwitterHal lain yang saya rekomendasikan untuk meningkatkan personal brand Anda yaitu guest blogging.

Guest blogging adalah cara hebat untuk membangun personal brand Anda dan meningkakan followers / audiens Anda.

Bagi saya, guest blogging tidak hanya untuk meningkatkan skill menulis Anda, namun juga membangun audiens sejati Anda.

Lebih jauh, guest blogging merupakan cara untuk membangun hubungan dengan para influencer di industri Anda.

Salah satu cara terbaik untuk menjadi guest blogging adalah dengan mengirimkan email langsung kepada influencer yang Anda ingin tulisan Anda diposting di blog / situs mereka.

Atau kamu juga bisa menggunakan LinkedIn untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka.

Satu hal yang harus Anda ketahui tentang guest blogging adalah Anda harus menemukan situs yang benar-benar relevan dengan konten Anda agar ia dapat berfungsi maksimal.

Anda bisa menumbuhkan sebuah brand dengan cepat hanya dengan guest blogging.

Tapi kalau Anda benar-benar menginginkan hasil yang maksimal, Anda harus memanfaatkan guest blogging sebagai cara untuk memperluas jangkauan blog Anda.

Guest blogging adalah cara paling sempurna untuk membangun backlink berkualitas ke situs Anda, yang mana hal tersebut akan membantu Anda untuk meraih rangking lebih baik di Google.

Sangat bermanfaat untuk SEO blog Anda.

Siklusnya harusnya begini:

Semakin banyak Anda menulis konten di blog Anda, semakin banyak Anda menulis konten untuk blog orang lain.
Sehingga semakin sering nama Anda terlihat di dunia internet, semakin cepat dan besar pertumbuhan brand Anda.

Sekarang saya belum begitu populer di Google, namun dapat dipastikan 1 tahun dari sekarang Anda sudah bisa melihat nama saya dimana-mana.

Bukan bermaksud sombong, namun itulah target saya.

Jadi ketika Anda mengetikkan ‘Azis White’ maka akan muncul hasil pencarian ke blog saya dengan niche yang sudah saya bidik.

Jadi, begitu Anda memiliki merek yang agak dikenal dan Anda berharap dapat memperluas jangkauan Anda, mulailah guest blogging.

Ini benar-benar akan melakukan hal-hal besar untuk usaha pemasaran Anda.

neilpatelforbesMemulai tidak akan memakan banyak waktu Anda, tapi mencapai sukses meraih personal brand yang dikenal khalayak ramai membutuhkan jangka panjang.

Karena itu…

Buat daftar strategi dan mulailah menjalankannya.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun personal brand dengan blogging?

Saya tahu mungkin Anda berpikiran kalau Anda tidak akan pernah mencapainya. Yakinlah pikiran itu juga ada di benak saya sekarang. Namun kita harus percaya dan yakin, ini hanya soal waktu.

Kita tidak bisa membangun basis ribuan audiens hanya dalam waktu sehari.

Roma tidak dibangun dalam semalam, bung! 

Anda kemungkinan besar tidak akan melihat dampaknya dalam waktu dekat. Faktanya, butuh waktu setidaknya 12 – 18 bulan bagi sebuah personal brand untuk melihat hasilnya.

Oleh karena itu, pada dasarnya yang paling dibutuhkan untuk membangun personal brand Anda adalah kesabaran dan ketekunan (serta waktu) untuk bertumbuh.

Itulah kenapa Anda harus menulis secara konsisten.

Anda juga harus menunda kenikmatan sesaat.

Blogging adalah hal yang tidak akan membuat Anda terkenal dengan segera. Juga tidak harus itu.

3950568Blog Anda harus memberi orang nilai nyata. Ini bukan cara cepat kaya.

Seperti yang saya katakan, ini bukan cara untuk memberi makan ego Anda.

Penting juga untuk diingat bahwa Anda tidak dapat selalu mengukur keberhasilan merek Anda dengan jumlah pengikut.

Seringnya, Anda akan tahu bahwa Anda sukses berdasarkan kedalaman koneksi Anda dengan audiens Anda.

Hubungan dengan influencer lain, jaringan, dan tumbuh mengikuti semua butuh waktu dan niat untuk terhubung secara pribadi.

Anda selalu bisa menumbuhkan brand dengan cepat.

Tapi jika Anda ingin bertahan dalam jangka panjang, Anda harus memberi waktu berjam-jam.

Kesimpulan

Jadi Anda ingin membangun brand Anda.

Dibutuhkan kerja keras untuk mencapainya, namun Anda tetap bisa meraihnya.

Dan salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui blogging.

Pertama, pilih ceruk. Riset Kata kunci. Isi kekosongan yang perlu diisi.

Banyak-banyaklah menulis. Usahakan untuk memberikan konten berkualitas tinggi. Berikan konten yang bermanfaat.

Buat koneksi. Fokus pada kualitas.

Buat namamu dikenal di luar sana.

Begitulah cara Anda membangun merek yang tidak hanya membuka pintu kesempatan untuk Anda tapi juga memberi nilai bagi orang-orang yang mengikuti Anda.

Jangan khawatir tentang waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan brand Anda.

Seperti Earl Nightingale pernah berkata, “Toh, waktunya akan berlalu juga.”

Leave a Reply