Branding vs Marketing vs Sales: Mana yang Lebih Penting?

Branding , Marketing, dan Sales – Jika Anda seorang pemilik bisnis, maka Anda pasti sudah sangat sering bahkan mungkin sudah kerap kali mempraktekkan ketiga hal tadi. Ketiga istilah ini sudah menjadi semacam istilah wajib yang Anda dengar sehari-hari.

Istilah Branding, Marketing, dan Sales dalam bisnis itu saking seringnya diucapkan mungkin levelnya udah sama kayak Tentara ngomongin perang, peluru, musul, dan medan tempur.

Bagi sebagian, istilah-istilah marketing hanya masalah mental yang menjelaskan bagaimana sebuah bisnis dijalankan. Sedangkan bagi sebagian yang lain, mereka seringkali menggunakan istilah diatas tanpa memahami kalau mereka sering salah pakai istilah tersebut. Faktanya, banyak pebisnis pemula yang salah mengartikan marketing sebagai branding atau sales adalah marketing.

Jadi, mari kita coba bedah dan mencoba memahami perbedaan mendasar dari ketiga istilah-istilah ini. Sebab mereka tak hanya beda nama, tapi juga memiliki definisi dan tujuan berbeda.

Branding adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan membangun sebuah identitas perusahaan di market yang membuatnya berbeda dari kompetitor di bidang atau kategori bisnis yang sama. Hal itu diperkuat oleh Marketing yang membangkitkan emosi yang tepat diantara para customer berkenaan dengan produk, harga, dan positioning. Sales melengkapi siklus ini dengan memenuhi kebutuhan pelanggan yang telah dirancang sedemikian rupa oleh marketing dan mengkonversi leads (prospek) menjadi customer (penjualan).

Sedikit ilustrasi ketiganya dibawah ini:

branding marketing sales

Untuk memahami lebih lanjut, mari kita ambil contoh dari salah satu brand paling dihormati dan paling terkenal dalam sejarah manusia: APPLE INC. Kita akan melihat bagaimana hubungan antara Branding, Marketing, dan Sales mampu membuat Apple menjadi brand paling bernilai di dunia dan perusahaan dengan penjualan paling ‘mematikan’ yang pernah ada. (Bahkan Apple saat ini memiliki uang cash lebih banyak daripada Pemerintah Amerika Serikat)!)

Branding

apa itu branding, definisi branding, pengertian branding, branding itu apa, branding adalah

Seperti sering dikatakan branding didahului oleh marketing dan sales dan karena itu mari kita bahas apa sebenarnya branding itu. Secara definisi, branding adalah proses penciptaan nama yang unik dan memiliki identitas di dalam pasar.

Apakah bisnis mampu membangun identitas brand yang kuat menentukan kemampuan perusahaan tersebut mengubah pelanggan biasa menjadi pelanggan setia. Hal ini yang membawa kita kepada 6 konsep fundamental yang mendefinisikan sebuah brand yang dirumuskan oleh Philip Kotler yang dikenal sebagai “Bapak Marketing Modern”. Balik lagi ke contoh kasus Apple, perhatikan bagaimana perusahaan ini mampu mengimplementasikan konsep fundamental ini bahkan ke level yang lebih tinggi.

Yuk bedah satu-satu:

  • Brand Purpose  – Apple dengan jelas mendefinisikan tujuan brand mereka. Sebagai contoh untuk menciptakan personal computer terbaik dengan sistem operasi terbaik, smartphone yang mengubah hidup Anda, dan wearable gadget yang mampu meningkakan produktivitas Anda. Saking kuatnya brand purpose Apple, tak jarang fitur terbaru dari Apple menjadi standar baru bagi industri smartphone dan tekonologi.
  • Brand Positioning – Apple mendefinisikan produknya sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan eksklusif di benak pelanggan (bahkan di benak bukan pelanggan Apple). Menggunakan produk Apple seolah-olah customer mampu berbaur dengan brand secara langsung. Contohnya iPhone adalah smartphone paling diidamkan dan diinginkan di muka bumi ini, begitu juga dengan MacBook di segmen personal computer. Hal ini memungkinkan Apple untuk meraih potensi tertinggi dari tujuan dan brand positioning.
  • Brand Differentiation – Karena istilahnya cukup jelas, bagaimana suatu merek memisahkan dirinya dari kompetitor di pasar. Produk-produk Apple memiliki harga premium (jauh diatas brand lainnya). Lebih dari itu, produk Apple menawarkan kualitas dan pengalaman terbaik bagi pelanggan mereka. Hal ini telah membedakan Apple dari pesaing lain yang menawarkan perangkat di berbagai segmen harga di pasaran.
  • Brand Identity – Ini adalah tentang membuat merek Anda menjadi bagian yang diinginkan dari seseorang. Logo Apple yang setengah digigit menikmati ‘keuntungan’ ini dengan memiliki banyak pengikut dan bahkan banyak pelanggan memasang logo ini di kendaraan mereka untuk menunjukkan cinta mereka pada merek tersebut.
  • Brand Trust – Apple telah membangun hubungan yang hebat dengan pelanggannya di mana mereka mempercayai perusahaan tersebut untuk mengantarkan produk terbaik yang ada di depan pesaingnya dalam hal kualitas, selera dan pengalaman dalam menggunakannya.
  • Brand Beneficence – Ini adalah bagaimana sebuah merek berkontribusi terhadap masyarakat dan terutama bagi pelanggannya. Di sinilah kebanyakan merek menerapkan strategi emosional dan Apple telah melakukannya dengan kampanye ‘creative imagination’ di mana Apple meyakinkan pelanggan untuk mengeluarkan produk yang tidak memiliki kesamaan di pasar dan mengenalkannya pada teknologi baru.

Pembahasan seputar Marketing di halaman selanjutnya.

Discussion

  1. john
  2. Matt
    • Coen Jacobs
  3. maria

Leave a Reply